Megahnya Istano Pagaruyung Padang

istana pagaruyung
Pagaruyung yaitu nagari yang terdapat di dekat Batusangkar, ibu kota kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dari sumber tambo, nagari ini dulunya yaitu adalah ibu kota dari kerajaan Pagaruyung.

Mulai sejak th. 2001 Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar sudah mengawali untuk lakukan perpindahan dengan cara bertahap pusat pemerintahan dari Batusangkar ke Pagaruyung. Di mana program ini diawali dengan membangun kantor Bupati di lokasi nagari ini.

Istano Basa yang lebih populer dengan nama Istana Pagaruyung, yaitu suatu istana yang terdapat di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana ini adalah object wisata budaya yang populer di Sumatera Barat. Bagi masyarakat Minang, istana ini menjadi simbol adat Minangkabau yang sangat lekat dengan keislamannya. Surau yang berdiri di komplek istana ini menjadi tempat ibadah para raja terdahulu hingga abdi-abdinya.

Dahulu kala, masyarakat Minangkabau masih menganut aliran animisme. Namun begitu Islam masuk, ajaran yang tidak sesuai dengan Islam dihapuskan. Seperti pepatah Minang bilang, adat basandi syarak, syarak basandi kitabulloh. Artinya adat Minangkabau bersendikan agama Islam dan agama Islam bersendikan Alquran.

Istano Basa yang berdiri saat ini sesungguhnya yaitu tiruan dari yang asli. Istano Basa asli terdapat diatas bukit Batu Patah serta terbakar habis pada suatu kerusuhan berdarah pada th. 1804. Istana itu lalu didirikan kembali tetapi kembali terbakar th. 1966.

Sistem pembangunan kembali Istano Basa dikerjakan dengan penempatan tunggak tuo (tiang paling utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat saat itu, Harun Zain. Bangunan baru ini tak didirikan di tapak istana lama, namun di tempat baru di samping selatannya. Pada akhir 1970-an, istana ini sudah dapat dikunjungi oleh umum.

Pada tanggal 27 Februari 2007, Istano Basa alami kebakaran hebat disebabkan petir yang menyambar di puncak istana. Mengakibatkan, bangunan tiga tingkat ini hangus terbakar. Turut terbakar juga beberapa dokumen, dan kain-kain hiasan. Diprediksikan cuma seputar 15 % beberapa barang bernilai yang selamat. Beberapa barang yang lolos dari kebakaran itu saat ini disimpan di Balai Benda Purbakala Kabupaten Tanah Datar. Harta pusaka Kerajaan Pagaruyung sendiri disimpan di Istano Silinduang Bln, berjarak sekitar 2 km dari Istano Basa. Disamping itu, total biaya pendirian kembali istana ini diprediksikan kian lebih Rp 20 miliar

Istano Basa Pagaruyung yang di bangun kembali tahun 1976 adalah duplikat bangunan Istano Rajo Alam Minangkabau yang dibakar Belanda tahun 1804. Bangunan ini terbagi dalam 11 gonjong, 72 tonggak serta 3 lantai. Tempat wisata ini dilengkapi dengan surau, tabuah Rangkiang Patah Sampingan, dan fisik bangunan Istano Basa Pagaruyung dilengkapi dengan bermacam ukiran yang masing-masing bentuk serta warna ukiran memiliki falsafah, histori serta budaya Minangkabau.

Terdapat di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas yang disebut pusat Perintahan Kabupaten Tanah Datar, lebih dari 5 km dari kota Batusangkar serta gampang dijangkau oleh fasilitas transportasi kendaraan roda dua serta roda empat.

Apabila Anda sedang berkunjung ke Sumatera Barat, jangan lupa untuk mampir ke berbagai pilihan destinasi wisata yang sangat memukau. Salah satunya Istana Pagaruyung ini. Selamat bewisata.

You May Also Like